Hormat kami
Hormat kami
Bapak, kapan lagi kita bertemu?
Ceritaku banyak, pahit, dan sesak
Sebagian karena tak mendengar
Sisanya mencoba mencari jawab
Rintangan apa lagi di hadapan?
Takut, bangga, hormat, atau rela
Pada semuanya engkau ada
Bijaksana namun tetap manusia
Atas izinmu kami mencari sendiri,
tersesat berdiri,
membolak-balik arti,
hingga tahu arah pergi.
Hormat kami pada senja waktu
Yang ada engkau di sinarnya
Bapak, fana langit jingga
~ RLP ~


0 komentar