Penghujan Semarang

 Penghujan Semarang





Semarang dan penghujan yang tak pernah lunas

Menyimpan rindu di tiap genang yang tak lekas surut

Setiap tetesnya pernah kupinjam menggenapi rasa

Namun selalu tumpah sebelum sempat kubawa pulang


Apa-apa yang dirimu melekat padaku

Seperti bau hujan yang enggan hilang dari jaket lusuhku

Bisa apa penghujan tanpa kenangan?

Ia cuma dingin yang lewat tanpa sempat mengetuk pintu


Kota ini diam-diam menyimpan suaramu di sela angin

Bisu biru riuh gemuruh, menari dalam dadaku yang hening

Apa jadinya mendung tanpa senandung?

Hampa langit menganga, tangis kehilangan lara


- Rio Pribadi -

You Might Also Like

0 komentar